Kamis, 10 Maret 2011

Pasien Gagal Ginjal Bisa Cuci Darah Sendiri di Rumah

Selama ini untuk mengobati pasien yang divonis dengan gagal ginjal, orang lebih mengenal hemodialisis atau cuci darah yang harus dilakukan di rumah sakit. Padahal ada pengobatan lain yang bisa dilakukan di rumah oleh pasien sendiri, sehingga dapat menghemat waktu.

Gagal ginjal merupakan tahap akhir dari penyakit ginjal dimana fungsi ginjal sudah kurang dari 15 persen. Pada tahap ini, jalan satu-satunya untuk memperpanjang harapan hidup pasien adalah dengan terapi pengganti ginjal.

Sampai saat ini hanya ada 3 macam terapi pengganti ginjal, yaitu:
1. Hemodialisis (HD)
2. Dialisis Peritoneal (atau cuci darah lewat perut) atau Continuos Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD)
3. Transplantasi atau cangkok ginjal

"Idealnya memang transplantasi, tapi biayanya mahal dan mencari donor tidak gampang. Yang sekarang paling banyak dilakukan pasien gagal ginjal adalah dialisis atau hemodialisis. Tapi sebenarnya secara medis lebih baik CAPD (Continuos Ambulatory Peritoneal Dialysis) yang bisa dilakukan sendiri di rumah atau di kantor," jelas dr Tunggul D Situmorang, SpPD.KGH, Direktur RS PGI Cikini, pada acara Konferensi Pers Hari Ginjal Sedunia 'Protect Your Kidney Save Your Heart' di Gedung Ziebart PT Kalbe Farma, Jakarta, Kamis (10/3/2011).

Hemodialisis (HD) adalah suatu tindakan yang dilakukan di rumah sakit 2-3 tahun seminggu untuk membersihkan racun-racun dan mengeluarkan cairan yang berlebihan dari dalam tubuh (mengingat ginjal alami sudah tidak mampu melakukan fungsinya dengan baik).

Tiap kali HD diperlukan waktu sekitar 4-5 jam. Pada tangan pasien akan dibuat suatu akses yang disebut Simino untuk mengalirkan darah yang kotor ke mesin dialisis dan mengembalikan darah yang sudah bersih ke dalam tubuh. Mesin digunakan untuk membersihkan darah dari zat-zat racun tersebut.

Sedangkan Dialisis Peritoneal (atau cuci darah lewat perut) yang banyak dipakai saat ini adalah Continuos Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) adalah suatu tindakan yang dilakukan sendiri oleh pasien di rumah 3-4 kali per hari untuk membersihkan racun-racun dan mengeluarkan cairan yang berlebihan dari dalam tubuh.

Tiap kali CAPD diperlukan waktu sekitar 30 menit dan perut pasien akan dipasang sebuah kateter untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh. Di sini yang berfungsi sebagai filter atau saringannya adalah selaput rongga perut.

"Secara medis dan secara biaya lebih baik CAPD. Ini sudah mulai banyak dilakukan di Hongkong, Thailand, Taiwan. Kalau di Indonesia ini bisa sangat baik, karena tidak semua rumah sakit bisa melayani hemodialisis. CAPD bahkan bisa dilakukan di desa-desa oleh pasien sendiri," jelas dr Tunggul.

Berikut beberapa keunggulan CAPD dibandingkan HD yang disampaikan oleh dr Tunggul, yaitu:
1. Fungsi ginjal yang tersisa masih bisa diselamatkan
2. Zat-zat racun dalam tubuh bisa dikeluarkan
3. Tidak menambahkan beban jantung sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk pasien lansia
4. Menggunakan 24 jam proses alami tubuh
5. Dapat dilakukan sendiri di rumah atau tempat kerja tanpa harus ke rumah sakit, serta bisa dipesan dan diantar ke rumah.
6. Kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup
7. Risiko mendapatkan hepatitis lebih kecil
8. Lebih ekonomis secara biaya

Selain itu, menurut dr Tunggul, CAPD cenderung lebih sedikit kontraindikasinya dibandingkan dengan hemodialisis. Yang paling sering terjadi adalah infeksi karena pasien tidak mematuhi aturan kebersihan sebelum pemasangan.

Sayangnya, terapi pengganti ginjal ini kurang populer dibandingkan dengan hemodialisis.

"Kenapa tidak sepopuler HD, karena HD diperkenalkan lebih dulu. Dari hasil survey, pasien gagal ginjal yang menjalani HD hanya 30 persen yang mengenal CAPD. Padahal kalau di Thailand, pasien gagal ginjal harus CAPD dulu baru HD, kecuali bila mengalami kondisi tertentu," lanjut dr Tunggul.

Menurut dr Tunggul, pasien gagal ginjal yang tidak boleh menjalani CAPD adalah pasien yang usia menjalani pembedahan di daerah perut dan pasien yang mengalami gangguan di bagian kulit perut, karena hal ini bisa meningkatkan risiko infeksi.

"Masalah harga tergantung yang diresepkan dokter, ada yang 3 kali atau 4 kali sehari. Kalau yang 4 kali sehari biayanya bisa mencapai 6,5 juta per bulan untuk non Askes, kalau Askes bisa ditanggung 100 persen," jelas dr Natalia Erlan, Marketing Manajer PT Kalbe Farma Tbk.

Sebelum pemasangan CAPD system, pasien gagal ginjal akan dilatih untuk beberapa hari cara pemasangan yang benar, yaitu dengan mematuhi beberapa aturan sebelum pemasangan, antara lain:
1. Cuci tangan sebelum memasang CAPD system
2. Menggunakan masker untuk menutup mulut
3. Menjaga kebersihan lingkungan ruangan sekitar sebelum pemasangan CAPD system.
"CAPD diharapkan dapat membuat pasien gagal ginjal lebih mandiri dan bertanggungjawab," tutup dr Erlan.

Sumber : http://health.detik.com

Rabu, 23 Februari 2011

Lawan Kegemukan dengan 5 Makanan Ini

Ingin mengurangi kegemukan dan mencapai berat badan ideal? Anda tak perlu menjalankan diet terlalu keras dengan menghindari camilan, atau hanya makan sayur dan sedikit nasi.

Inti dari diet adalah menjaga pola makan, agar tidak kelebihan atau kekurangan nutrisi. Bagaimana jika Anda sulit menekan hasrat makan? Coba konsumsi lima jenis makanan berikut ini.

Dikutip dari Health, lima makanan ini bisa membuat Anda merasakan kenyang lebih lama, jadi Anda akan lebih sedikit makan.

1. Dark Chocolate
Dalam 100 gram dark chocolate, hanya mengandung 170 kalori. Menurut penelitian dari University of Copenhagen, mengonsumsi dark chocolate sebelum makan bisa membuat kita menyantap porsi makanan lebih sedikit.

Kenapa? Senyawa dalam dark chocolate memperlambat proses pencernaan dan membuat Anda kenyang lebih lama. Sepotong kecil cokelat (seukuran kartu nama) juga bisa menahan hasrat untuk memakan makanan asin, manis dan berlemak.

2. Kacang Pinus
Dengan hanya 95 kalori per 1/2 ons (sekitar 84 butir kacang), kacang pinus tidak hanya baik untuk diet tapi juga membuat Anda cepat kenyang. Kacang pinus mengandung asam lemak yang selain baik bagi jantung juga meningkatkan hormon yang membuat Anda merasa sangat kenyang. Jika keinginan untuk ngemil timbul, segera konsumsi kacang ini.

3. Keju
Pilih keju yang terbuat dari susu sapi atau kambing yang diberi pakan rumput. Keju dari susu ternak berpakan rumput punya kandungan conjugated linolenic acid (CLA), sejenis asam lemak yang membantu mengatasi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan osteoporosis. Cek produk berlabel 'grass-fed' untuk memastikan Anda membeli keju yang tepat.

4. Susu Skim
Satu cangkir susu skim hanya memiliki 86 kalori. Protein pada susu (whey dan casein) bisa mengenyangkan perut dibandingkan minuman mengandung gula. Kandungan CLA pada susu juga membantu melawan kegemukan.

5. Jeruk
Jeruk adalah salah satu buah yang mampu memberi efek kenyang selain apel, karena kandungan seratnya yang tinggi. Banyak makan serat juga bisa melawan kegemukan dan menghasilkan perut yang rata.

sumber : wolipop.com